PENDAHULUAN
Latar
belakang
Nilai
budaya adalah nilai yang telah tertanam pada masyarakat. Nilai budaya
melingkupi lingkungan masyarakat, organisasi, simbol-simbol pada masyarakat, karakteristik
masyarakat, kepercayaan masyarakat, dan lain-lain yang ada pada masyarakat
secara turun temurun.
Tujuan
1. Apa
itu nilai budaya?
2. Bagaimana
nilai budaya?
3. Contoh
nilai budaya?
Manfaat
1. Mengetahui
arti nilai budaya.
2. Mengetahui
bagaimana nilai budaya itu
3. Mengetahui
contoh dari nilai budaya.
PEMBAHASAN
Suatu nilai apabila sudah membudaya didalam diri
seseorang, maka nilai itu akan dijadikan sebagai pedoman atau petunjuk di dalam
bertingkah laku. Dalam kehidupan sehari – hari, misalnya budaya gotong royong,
budaya malas, dan lain – lain. Jadi, secara universal, nilai itu merupakan
pendorong bagi seseorang dalam mencapai tujuan tertentu. Secara umum ahli –
ahli sosial berasumsi bahwa orientasi nilai budaya merupakan suatu indikator
bagi pemahaman tentang kemampuan sumber daya dan kualitas manusia. Dalam konsep
manusia seutuhnya yang mencakup dimensi lahiriah dan rohaniah, orientasi nilai
merupakan salah satu faktor yang ikut membentuk kondisi dan potensi rohaniah
manusia
Kebudayaan diartikan sebagai suatu kumpulan pedoman
atau pegangan yang kegunaannya operasional dalam hal manusia mengadaptasi diri
dengan dan menghadapi lingkungan – lingkungan tertentu (fisik / alami, sosial
dan kebudayaan). Kebudayaan bermanfaat bagi masyarakat agar mereka itu dapat
tetap melangsungkan kehidupannya yaitu memenuhi kebutuhan – kebutuhannya dan
untuk dapat hidup secara lebih baik lagi. Karena itu kebudayaan seringkali juga
dinamakan sebagai blueprint atau desain menyeluruh dari kehidupan
Sistem nilai menjadi pedoman yang melekat erat secara
emosional pada diri seseorang atau sekumpulan orang yang dijadikan tujuan hidup
yang diperjuangkan. Oleh karena itu, merubah sistem nilai manusia tidaklah
mudah, dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai tersebut merupakan wujud ideal
dari lingkungan sosialnya. Dapat pula dikatakan bahwa sistem nilai budaya suatu
masyarakat merupakan wujud konsepsional dari kebudayaan mereka yang seolah –
olah berada diluar dan diatas para individu warga masyarakat itu.
Menurut
Supartono Widyosiswoyo (2009:54) mengatakan bahwa fungsi nilai-nilai budaya
sebagai berikut :
1) Nilai
budaya berfungsi sebagai standar, yaitu standar yang menunjukan tingkahlaku
dari berbagai cara, yaitu :
a. Membawa
individu untuk mengambil posisi khusus dalam masalah sosial.
b. Mempengaruhi
individu dalam memilih ideologi atau agama.
c. Menilai
dan menentukan kebenaran dan kesalahan atas diri sendiri dan orang lain.
d. Merupakan
pusat pengkajian tentang proses-proses pembandingan untuk menentukan individu
bermoral dan kompeten.
e. Nilai
digunakan untuk mempengaruhi orang lain atau mengubahnya
2) Nilai
budaya berfungsi sebagai rencana umum dalam menyelesaikan konflik dan
pengambilan keputusan.
3) Nilai
budaya berfungsi motivasional. Nilai memiliki komponen motivasional yang kuat
seperti halnya komponen kognitif, afektif, dan behavioral.
4) Nilai
budaya berfungsi penyesuaian, isi nilai tertentu diarahkan secara langsun
kepada cara bertingkah laku serta tujuan akhir yang berorientasi pada
penyesuaian.
5) Nilai
budaya berfungsi sebagai ego defensiv. Didalam prosesnya nilai mewakili
konsep-konsep yang telah tersedia sehingga dapat mengurangi ketegangan dengan
lancar dan mudah.
6) Nilai
budaya berfungsi sebagai pengetahuan dan aktualisasi diri fungsi pengetahuan
berarti pencarian arti kebutuhan untuk mengerti, kecenderungan terhadap kesatuan
persepsi dan keyakinan yang lebih baik untuk melengkapi kejelasan dan konsepsi.
Wujud kebudayaan memiliki ciri hanya dapat dirasakan tetapi
tidak dapat dilihat dan diraba. Contohnya adalah adat istiadat dan ilmu
pengetahuan. Aktifitas yang mempunyai sifat dapat dirasakan dan dilihat tapi
tidak dapat diraba, contohnya adalah gotong royong dan Kerjasama sedangkan
benda-benda yang sifat nya dapat dilihat, dirasa, dan diraba, contohnya adalah
meja dan kursi.
Adapun
macam-macam nilai budaya menurut Koentjaraningrat (2009) dalam buku (Tilar A.R,
2002:20):
1. Nilai
Material Nilai material adalah segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia.
2. Nilai
Vital Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat
mengadakan kegiatan atau aktivitas.
3. Nilai
Kerohanian Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yanng berguna bagi rohani
manusia.
Nilai
kerohanian dapat dibedakan atas 4 macam antara lain :
a. Nilai
kebanaran ( kenyataan) yang bersumber dari unsur akal manusia.
b. Nilai
keindahan (estetika) yang bersumber dari unsur perasaan.
c. Nilai
moral (kebaikan) yang bersumber dari unsur kehendak atau kemauan (etika dan
karsa)
d. Nilai
religius ( nilai ke-tuhanan) yang bersumber dari keyakinan dan kepercayaan
manusia kepada sang pencipta.
PENUTUP
Kesimpulan
Nilai budaya yang harus diterapkan
di Indonesia saat ini adalah kejujuran, gotong royong, dan saling menghargai. Mengingat
globalisasi yang semakin maju dan juga mulai memudarnya ciri khas masyarakat
Indonesia.
Saat ini saling menghargai sudah
dianggap remeh karena juga didikan yang kurang bagi mereka baik di rumah, di sekolah,
maupun lingkungan sekitar. Kejujuran juga telah memudar sehingga sulit sekali
mencari orang-orang jujur di era global ini.