Rabu, 30 Desember 2020

Penelitian Budaya

 

PEMBAHASAN

 

LATAR BELAKANG

            Penelitian budaya adalah suatu usaha untuk memahami suatu keberadaan budaya dengan diwakili oleh salah seorangatau suatu yang lain. kebudayaan merupakan fakta kompleks selain memiliki kekhasan pada batas tertentu juga memiliki sifat universal. Kebudayaan pada dasarnya segala macam bentuk kegejalaan manusia.

 

TUJUAN

1.      Apa itu penelitian budaya?

2.      Apakah penting penelitian budaya itu?

 

MANFAAT

1.      Mengetahui arti penelitian budaya.

2.      Mengetahui pentingnya penelitian budaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

 

Peneliti adalah penguasa dalam menentukan objek penelitiannya oleh karena itu penelitian dapat masuk dalam ranah gejala budaya yang hanya dapat dirasakan, atau peneliti hanya melihat dari luar. Para peneliti budaya sangat tergantung kepada kejujuran oleh karenanya data yang akan diambil atau permasalahan yang akan diungkap harus berada pada posisi di luar atau di dalam objek. Penelitian budaya dapat mengkombinasikan dua gagasan di atas dengan menetapkan masalah serta menelusuri melalui kajian mendalam. Posisi ini akan lebih mengena daripada melalukan penelitian positivisme. Sifat postivisme adalah untuk memperoleh gambaran awal suatu masalah budaya,

Permasalahan sebagai wacana atau “problem” dapat dilihat sebagai discourse dan framing. Discourse adalah wacana yang dilihat secara utuh maupun keterpisahan masing-masing komponen serta mengartikan diantaranya satu-persatu. Sedangkan, framing merupakan gambaran keseluruhan tanpa melihat isi secara terpisah. Dengan kata lain analisis framing lebih berpretensi untuk menganalisis muatan-muatan tekstual yang bersifat laten. (McCauley dan Frederick)

Penelitian budaya sangat kental dengan tatakala, karena kala (waktu) akan menghasilkan perbedaan ujud, tata laku maupun nilai yang terkandung dalam suatu budaya. Penelitian budaya dalam rangka mencari objek dan objektivasi budaya melalui potensi budaya sebaiknya tidak terpancang pada posisi harga mati. Apalagi tarik ulur empunya kapital budaya akan lebih sulit lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUPAN

 

Kesimpulan

            Penelitian budaya adalah penelitian atau wawancara terhadap budaya yang berkembang dalam masyarakat. Apakah itu masalah dalam budaya, bagaimana budaya itu terbentuk, apa manfaat budaya itu ada, dan lain sebagainya yang menjadi ciri khas masyarakat setempat. Penelitian budaya juga dapat membantu memperkenalkan kepada masyarakat luar dan anak cucu akan budaya yang diwawancaranya sehingga secara tidak langsung budaya diperkenalkan secara turun temurun.

Nilai Budaya

 

PENDAHULUAN

 

Latar belakang

            Nilai budaya adalah nilai yang telah tertanam pada masyarakat. Nilai budaya melingkupi lingkungan masyarakat, organisasi, simbol-simbol pada masyarakat, karakteristik masyarakat, kepercayaan masyarakat, dan lain-lain yang ada pada masyarakat secara turun temurun.

 

Tujuan

1.      Apa itu nilai budaya?

2.      Bagaimana nilai budaya?

3.      Contoh nilai budaya?

 

Manfaat

1.      Mengetahui arti nilai budaya.

2.      Mengetahui bagaimana nilai budaya itu

3.      Mengetahui contoh dari nilai budaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

 

Suatu nilai apabila sudah membudaya didalam diri seseorang, maka nilai itu akan dijadikan sebagai pedoman atau petunjuk di dalam bertingkah laku. Dalam kehidupan sehari – hari, misalnya budaya gotong royong, budaya malas, dan lain – lain. Jadi, secara universal, nilai itu merupakan pendorong bagi seseorang dalam mencapai tujuan tertentu. Secara umum ahli – ahli sosial berasumsi bahwa orientasi nilai budaya merupakan suatu indikator bagi pemahaman tentang kemampuan sumber daya dan kualitas manusia. Dalam konsep manusia seutuhnya yang mencakup dimensi lahiriah dan rohaniah, orientasi nilai merupakan salah satu faktor yang ikut membentuk kondisi dan potensi rohaniah manusia

Kebudayaan diartikan sebagai suatu kumpulan pedoman atau pegangan yang kegunaannya operasional dalam hal manusia mengadaptasi diri dengan dan menghadapi lingkungan – lingkungan tertentu (fisik / alami, sosial dan kebudayaan). Kebudayaan bermanfaat bagi masyarakat agar mereka itu dapat tetap melangsungkan kehidupannya yaitu memenuhi kebutuhan – kebutuhannya dan untuk dapat hidup secara lebih baik lagi. Karena itu kebudayaan seringkali juga dinamakan sebagai blueprint atau desain menyeluruh dari kehidupan

Sistem nilai menjadi pedoman yang melekat erat secara emosional pada diri seseorang atau sekumpulan orang yang dijadikan tujuan hidup yang diperjuangkan. Oleh karena itu, merubah sistem nilai manusia tidaklah mudah, dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai tersebut merupakan wujud ideal dari lingkungan sosialnya. Dapat pula dikatakan bahwa sistem nilai budaya suatu masyarakat merupakan wujud konsepsional dari kebudayaan mereka yang seolah – olah berada diluar dan diatas para individu warga masyarakat itu.

Menurut Supartono Widyosiswoyo (2009:54) mengatakan bahwa fungsi nilai-nilai budaya sebagai berikut :

1)      Nilai budaya berfungsi sebagai standar, yaitu standar yang menunjukan tingkahlaku dari berbagai cara, yaitu :

a.       Membawa individu untuk mengambil posisi khusus dalam masalah sosial.

b.      Mempengaruhi individu dalam memilih ideologi atau agama.

c.       Menilai dan menentukan kebenaran dan kesalahan atas diri sendiri dan orang lain.

d.      Merupakan pusat pengkajian tentang proses-proses pembandingan untuk menentukan individu bermoral dan kompeten.

e.       Nilai digunakan untuk mempengaruhi orang lain atau mengubahnya

 

2)      Nilai budaya berfungsi sebagai rencana umum dalam menyelesaikan konflik dan pengambilan keputusan.

3)      Nilai budaya berfungsi motivasional. Nilai memiliki komponen motivasional yang kuat seperti halnya komponen kognitif, afektif, dan behavioral.

4)      Nilai budaya berfungsi penyesuaian, isi nilai tertentu diarahkan secara langsun kepada cara bertingkah laku serta tujuan akhir yang berorientasi pada penyesuaian.

5)      Nilai budaya berfungsi sebagai ego defensiv. Didalam prosesnya nilai mewakili konsep-konsep yang telah tersedia sehingga dapat mengurangi ketegangan dengan lancar dan mudah.

6)      Nilai budaya berfungsi sebagai pengetahuan dan aktualisasi diri fungsi pengetahuan berarti pencarian arti kebutuhan untuk mengerti, kecenderungan terhadap kesatuan persepsi dan keyakinan yang lebih baik untuk melengkapi kejelasan dan konsepsi.

 

Wujud kebudayaan memiliki ciri hanya dapat dirasakan tetapi tidak dapat dilihat dan diraba. Contohnya adalah adat istiadat dan ilmu pengetahuan. Aktifitas yang mempunyai sifat dapat dirasakan dan dilihat tapi tidak dapat diraba, contohnya adalah gotong royong dan Kerjasama sedangkan benda-benda yang sifat nya dapat dilihat, dirasa, dan diraba, contohnya adalah meja dan kursi.

Adapun macam-macam nilai budaya menurut Koentjaraningrat (2009) dalam buku (Tilar A.R, 2002:20):

1.      Nilai Material Nilai material adalah segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia.

2.      Nilai Vital Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas.

3.      Nilai Kerohanian Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yanng berguna bagi rohani manusia.

Nilai kerohanian dapat dibedakan atas 4 macam antara lain :

a.       Nilai kebanaran ( kenyataan) yang bersumber dari unsur akal manusia.

b.      Nilai keindahan (estetika) yang bersumber dari unsur perasaan.

c.       Nilai moral (kebaikan) yang bersumber dari unsur kehendak atau kemauan (etika dan karsa)

d.      Nilai religius ( nilai ke-tuhanan) yang bersumber dari keyakinan dan kepercayaan manusia kepada sang pencipta.

 

 

 

 

PENUTUP

Kesimpulan

            Nilai budaya yang harus diterapkan di Indonesia saat ini adalah kejujuran, gotong royong, dan saling menghargai. Mengingat globalisasi yang semakin maju dan juga mulai memudarnya ciri khas masyarakat Indonesia.

            Saat ini saling menghargai sudah dianggap remeh karena juga didikan yang kurang bagi mereka baik di rumah, di sekolah, maupun lingkungan sekitar. Kejujuran juga telah memudar sehingga sulit sekali mencari orang-orang jujur di era global ini.

Rabu, 23 Desember 2020

Perpustakaan SMAN 1 PADANG

 

PERPUSTAKAAN SMAN 1 PADANG

         SMAN 1 PADANG merupakan sekolah yang terletak di LOLONG BELANTI, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. SMAN 1 PADANG sebelumnya beralamat di jalan Sudirman No.1, tetapi relokasi karena bangun sekola lama rusak berat karena gempa tahun 2009. Website SMAN 1 PADANG juga sangat aktif sehingga berita terbaru dari SMAN 1 PADANG sangat mudah didapat. Saat ini SMAN 1 PADANG mempunyai perpustakaan digital yang menggunakan SLIMS.


SLiMS (Senayan Library Management System) adalah sistem automasi perpustakaan sumber terbuka (open source) berbasis web yang pertama kali dikembangkan dan digunakan oleh Perpustakan Kemendikbud. Aplikasi ini digunakan untuk pengelolaan koleksi tercetak dan terekam yang ada di perpustakaan.

 

 

 

 


TAMPILAN AWAL

 



 

Pada tampil awal dapat dilihat ada buku terbaru atau tersedia di perpustakaan SMAN 1 PADANG. Pencarian judul buku bisa kita gunakan kata kunci judul buku, pengarang, atau subjek.

 

 

INFORMASI TENTANG PERPUSTAKAAN DIGITAL SMAN 1 PADANG

 



 

Terdapat info tentang pustakawan di Perpustakaan SMAN 1 PADANG dan bisa diklik pada pojok kanan atau garis tiga untuk melihat informasi lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

KEANGGOTAAN

 



 

Pada garis tiga tersebut juga terdapat keanggotaan yang berguna untuk melihat status meminjam dam mengembalikan buku.

 

 

 

 

 

 

 

 

TAMPILAN BUKU YANG DICARI

 



 

Setelah menggunakan kata kunci judul buku terdapat beberapa buku yang dimana statusnya dapat dilihat apakah tersedia atau tidak.

 

 



 

Tampilan ini adalah informasi detail tentang buku yang dicari.  Dengan adanya perpustakaan digital ini siswa/i dapat dengan mudah mencari buku yang dicari dan juga dapat menghemat waktu.



Kelebihan SLIMS

1.      Senayan dapat diperoleh dan digunakan secara gratis

2.       Mampu memenuhi kebutuhan otomasi perpustakaan

3.       Senayan tidak hanya menyediakan fasilitas layanan sirkulasi, katalogisasi dan OPAC.

4.      Senayan dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman interprete

5.      Senayan dikembangankan oleh sumber daya manusia local

6.       Instalasi Mudah dilakukan

7.       Mampu berjalan di sistem operasi linux maupun windows.

8.       Memiliki dokumentasi yang lengkap

9.       Memiliki prospek pengembangan yang jelas

 

Kekurangan SLIMS

1.      Kompatibilitas web browser

2.      Otoritas  akses file


INFORMASI SMAN 1 PADANG

 

                    SMAN 1 PADANG

       

      SMAN 1 PADANG merupakan sekolah yang terletak di LOLONG BELANTI, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. SMAN 1 PADANG sebelumnya beralamat di jalan Sudirman No.1, tetapi relokasi karena bangun sekola lama rusak berat karena gempa tahun 2009.

                                              

         SMAN 1 PADANG siswa dan guru nya juga memperoleh penghargaan dan prestasi diantaranya GURU berprestasi di SUMATERA BARAT. Saat siswa di SMAN 1 PADANG 979 orang dan guru 47 orang. SMAN 1 PADANG memiliki rombongan belajar yang berjumlah 28 orang. Akreditasi SMAN 1 PADANG adalah Akreditasi A yang didapatkan pada tahun 2017.

         SMAN 1 PADANG terdapat ruang kelas (29), Labor (6), Perpustakaan (1), Sanitasi (4), dan prasarana lainnya masjid, ruang BK, ruang OSIS, ruang akustik, ruang guru, Gudang, GOR, lapangan upacara, koperasi, ruang serbaguna, ruang PMR, ruang TU, dan ruang praktik kerja. SMAN 1 PADANG dekat dengan tempat kegiatan, yaitu cagar alam, museum, desa adat, taman budaya, dan sanggar. SMAN 1 PADANG juga sering mengadakan olimpiade yang bernama SMAPSIC.

 

MISI SMAN 1 PADANG :

1.     Melaksanakan IPTEK  berlandaskan IMTAQ

2.     Melaksanakan peningkatan kualitas SDM yang mengikuti perkembangan

3.     Menerapkan,  mengembangkan  pendidikan berbasisis  karakter  bangsa

4.     Mewujudkan sekolah bernuansa lingkungan (green school)

5.     Melaksanakan program pengembangan sekolah ramah sosial dan ramah lingkungan

VISI SMAN 1 PADANG :

1.     Terciptanya siswa yang melaksanakan IPTEK  berlandaskan IMTAQ

2.     Terciptanya kualitas SDM yang mengikuti perkembangan

3.     Teciptanya budaya jujur dan terbentuknya etos kerja yang tinggi berlandaskan kekeluargaan

4.     Terimplementasikan peraturan yang berlaku baik lokal, nasional maupun   internasional terutama dibidang pendidikan

5.     Terwujudnya  sekolah bebas narkoba, bebas rokok, bebas corat-coret dan bebas kekerasan

6.     Terciptanya  sekolah bernuansa lingkungan sehat (green school)

7.     Terciptanya sarana dan prasarana yang menunjang Proses Belajar Mengajar

8.    Terciptanya inovasi dan perbaikan yang berkesinambungan untuk meningkatkan mutu dan kemajuan sekolah khususnya, kemajuan pendidikan umumnya

9.     Terciptanya sekolah ramah sosial dan ramah lingkungan

Selasa, 08 Desember 2020

Kearifan dan Kecerdasan Budaya

 

 

PENDAHULUAN

 

 

A.    LATAR BELAKANG

Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang dimiliki seseorang karena taat dan patuh terhadap tata aturan yang menyangkut hubungan antar sesama manusia, tata aturan yang menyangkut hubungan manusia dengan alam, dan tata aturan yang menyangkut hubungan manusia dengan hal-hal gaib sebagai aspek kebudayaan yang terdapat di daerahnya.

 Kecerdasan merupakan kata yang cukup sering terdengar untuk menggambarkan kemampuan seseorang. Kecerdasan spiritual menjadikan anak untuk menyadari keberadaan Tuhan, di manapun dan kapan pun. Kemudian kesadaran itu berpengaruh terhadap segala perbuatannnya sehingga hampir seluruh aktivitas anak dikendalikan oleh kesadaran transenden dalam dirinya.

 

B.     RUMUSAN MASALAH

1.Apa itu kearifan lokal?

2.Apa yang dimaksud kecerdasan budaya?

3.Bagaimana kearifan dan kecerdasan budaya itu?

 

C.    TUJUAN

1.Mengetahui kearifan lokal itu.

2.Mengetahui kecerdasan budaya itu.

3.Mengetahui kearifan dan kecerdasan budaya itu.

 










PEMBAHASAN

 

Kearifan Lokal

Kebudayaan kaitannya erat dengan masyarakat. Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang terdapat di masyarakat itu sendiri. Budaya merupakan cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kebudayaan mencakup ciptaan, norma kehidupan, kepercayaan, tradisi, loyalitas, tingkah laku, moral, kontrol diri, dan harapan, serta nilai-nilai, bahasa, cita-cita, aspirasi, dan pandangan hidup.

Kearifan lokal merupakan pengetahuan dasar yang diperoleh dari keseimbangan hidup dengan alam, hal ini terkait dengan kebudayaan masyarakat yang terakumulasi secara terus-menerus. Kearifan lokal mengacu pada pengetahuan yang berasal dari pengalaman masyarakat dan merupakan akumulasi dari pengetahuan lokal.

 

 

Kecerdasan Budaya

Dimensi-dimensi kecerdasan budaya dalam hubungannya dengan penerapan nilai-nilai kearifan lokal tersebut dijabarkan sebagai berikut:

(1)   dimensi pengetahuan diukur melalui nilai cageur dan pinter

(2)   dimensi motivasi diukur melalui nilai bageur dan wanter

(3)   dimensi perilaku diukur melalui dimensi bener dan singer.

 

Nilai-nilai kearifan lokal menyangkut silih asah, silih asih, dan silih asuh dalam hubungannya dengan kecerdasan budaya telah menunjukkan andil pentingnya dalam hal

(1)   kemampuan menyikapi perbedaan budaya

(2)   kemampuan pemberdayaan mental dalam menyikapi kasus-kasus multicultural

(3)   kemampuan bertindak dengan nyaman dalam interaksi kultural.

 

Silih asah yang digunakan untuk menciptakan kemampuan menyikapi perbedaan budaya akan terwujud secara optimal ketika masing-masing pembelajar mampu menempatkan kemampuan menghargai prestasi diri dan prestasi pembelajar lainnya melalui kompetisi yang dijalankan secara sehat dan bertanggung jawab sekaligus mampu menempatkan perbedaan budaya sebagai keragaman yang perlu dihargai dan diapresiasi sejauh di dalamnya menunjukkan spirit harnomisasi.

Silih asih yang digunakan untuk menciptakan kenyamanan dalam interaksi kultural akan terwujud secara optimal ketika masing-masing pembelajar mampu memberi ruang-ruang simpati atas pembelajar yang lain dalam perbedaan-perbedaan yang dimiliki masing-masing pembelajar.

Silih asuh yang digunakan untuk pemberdayaan mental dalam menghadapi kasus-kasus multikultural akan terwujud secara optimal ketika masingmasing pembelajar menempatkan diri sebagai bagian yang bertanggung jawab terhadap penciptaan kenyamanan dan harmonisasi atas perbedaan-perbedaan kultur yang dihadapi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUPAN

 

Kesimpulan

 Kecerdasan budaya dapat menerapkan nilai-nilai budaya dan nilai-nilai kearifan pada masyarakat. Kearifan dan kecerdasan budaya pada masyarakat menjadi kebiasaan yang ada pada budaya sampai sekarang. Dengan  kebudayaan juga dapat mengenal bagaimana kearifan, tingkah laku, dan kebiasaan yang ada pada masyarakat tersebut.

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Ahmad, Haidlor Ali. Kearifan Lokal sebagai Landasan Pembangunan Bangsa, Harmoni Jurnal Multikultural & Multireligius. 34 (IX), 2010.

Yayasan Kebudayaan Rancage. 2001. Pewarisan Budaya di tengah Arus Globalisasi.Laporan Konferensi Internasional Budaya Sunda. Bandung. Yayasan Kebudayaan Rancage.

Penelitian Budaya

  PEMBAHASAN   LATAR BELAKANG             Penelitian budaya adalah suatu usaha untuk memahami suatu keberadaan budaya dengan diwakili ...